Selasa, 15 Februari 2022

SAUNG EURIH MEMANG NGANGENIN

 


 

SAUNG EURIH MEMANG NGANGENIN

Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I

 

Berawal dari ajakan sahabat karib yang sudah lama tidak bertemu. Teman seperjuangan dalam suka dan duka disebuah organisasi. Beliau ingin silaturahim dan berbagi pengalaman supaya terjalin keakraban yang dirasakan seperti beberapa tahun lalu dimasa kuliah. Saung eurih jadi pilihan tepat dari sekian banyak tempat yang ada di Majalengka.

Ketika beliau mengajak saya dan rekan-rekan yang lain untuk bertemu di saung eurih, dengan tanpa sadar saya mengernyitkan dahi mendengar kata saung eurih. Padahal saya asli orang Majalengka namun lama di Bandung semasa kuliah.  Sehingga mendengar saung eurih serasa asing ditelinga.

Dalam benak saya, terbayang bahwa saung eurih merupakan tempat yang nyaman dan asri. Disekelilingnya terdapat tanaman eurih yang menghampar menambah keindahan dan keelokan. Ternyata, setelah berada dilokasi. Sesuatu yang saya bayangkan sebagian benar dan sebagian tidak. Memang lokasi ini sangat strategis karena berada di daerah perbukitan dan tidak terlalu jauh dari kota Majalengka.  

Tiba-tiba rasa penasaran itu muncul dan mencoba menerka-nerka. Apakah saung eurih itu restoran? Karena banyak yang makan bersama keluarga.  Ataukah ini hotel/tempat penginapan? karena ada juga beberapa tempat menginap. Atau jangan-jangan tempat pendidikan karena anak-anak sekolah juga berlalu lalang serta ada beberapa kegiatan pendidikan dan pelatihan. Wah, ini sangat menarik. Setelah beberapa jam dilokasi pun saya belum menemukan jawaban dari  makna saung eurih.

Saya pikir yang membuat nama lokasi ini sangat cerdas dan bijaksana. Karena dengan nama ini mendorong seseorang untuk penasaran yang akhirnya ingin membuktikan dengan berkunjung dan menikmati keindahan di lokasi saung eurih. Bahkan bukan hanya sendiri namun tidak sedikit yang mengajak keluarganya untuk datang ke tempat ini.

Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada beberapa pegawai yang ada dilokasi ini. Siapa pemilik tempat ini dan kenapa dinamakan saung eurih. Mereka menjelaskan bahwa pemilik saung eurih ini adalah kang Eman Kurdiman. Sementara nama saung eurih adalah nama sebuah komunitas pemuda yang berwirausaha berbasis pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup dan sosial di kelurahan Cicurug Majalengka.

Nama aslinya saung nanjung, sebenarnya saung eurih adalah komunitasnya. Dimana komunitas ini meunnjadikan saung nanjung sebagai tempat untuk beraktifitas. Yang pada akhirnya membuat nama itu tersemat dan menyebar di masyarakat. Memang, kalau dilidah sunda saung eurih akan lebih familiar dibanding dengan saung nanjung.

Dari sisi bahasa, nama saung eruih diambil dari kata saung yang bermakna ruang, sedangkan eurih artinya ilalang. Ilalang selalu dianggap sebagai perlawanan, susah diatur suka mengganggu. Tetapi kata ilalang tumbuh di tempat yang tepat ia bisa menjadi berguna.

Nah, inilah filosofi saung eurih, dimana pemiliknya menginginkan tempat ini menjadi berguna bagi siapa saja yang berkunjung. Dan siapapun yang singgah di tempat ini akan disuguhkan dengan suasana alam yang nyaman serta menu makanan khas sunda yang menggiurkan.

Kepenasaranan yang selama ini hadir dalam fikiran terjawab sudah. Sambil berkeliling ke selurah lokasi saung eurih dan menikmati suasana yang asri dan nyaman. Beberapa bangunan yang mirip dengan rumah padang begitu tertata rapih, mushola sekaligus tempat wudhu juga tersedia bahkan ada bangunan yang cukup luas sebagai tempat untuk kegiata-kegiatan besar yaitu aula. Sebagai daya tarik bagi para pengunjung terutama kaum milenial, disediakan pula beberapa spot photo yang bisa dimanfaatkan.

Selain itu menu makanan dan minuman khas sunda yaitu nasi liwet lengkap dengan lauk pauknya yang menggoda selera seperti sambel, asin, leunca, tahu-tempe juga teh anget tersedia dan harganyapun terjangkau. Sehingga tidak heran apabila pengunjung ke saung eurih tiap harinya bertambah terutama masa liburan.

Setelah menikmati menu makanan yang sangat pas dengan lidah sunda, muncul keinginan untuk mengajak keluarga atau anak-anak sekolah, ibu-ibu pengajian bahkan komunitas para penulis untuk menikmati suasana saung eurih yang sangat nyaman dan indah. Tidak lama dari kunjugan itu, saya ajak anak dan istri untuk berlibur dan menikmati suasana saung eurih yang memang sangat ngangenin.


 (Artikel ini dibuat dalam rangka lomba promosi Saung Eurih Majalengka)


Tidak ada komentar:

MARHABAN YA RAMADHAN

  MARHABAN YA RAMADHAN Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I Waktu terus berjalan seiring dengan perputaran bumi pada matahari. Hari ter...