Selasa, 21 Maret 2023

MARHABAN YA RAMADHAN

 

MARHABAN YA RAMADHAN

Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I

Waktu terus berjalan seiring dengan perputaran bumi pada matahari. Hari terus berganti menandakan bumi perputar pada porosnya. Kemahakuasaan Allah SWT mendorong kita untuk mengakui zat yang maha tinggi. Tidak ada yang mampu menandinginya, Dialah yang mengatur segala sesuatunya dengan indah dan seimbang. Dari sini tumbuh subur rasa takjub dan mendorong kita untuk mensyukurinya dengan penuh kerendahan.

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan. Bulan mulia nan istimewa, bulan yang didambakan oleh seluruh kaum muslimin dipenjuru dunia, bulan yang memiliki daya tarik tersendiri karena di bulan ini mengandung banyak pesan dan hikmah. Kerinduan untuk berada di bulan ramadhan terus tumbuh dan dipupuk sejak bulan rajab. Berbagai upaya dilakukan agar bisa sampai ke bulan ramadhan. Selain do’a, upaya mengupgrade seluruh potensi yang dimiliki berupa jasad, akal maupun hati terus dilakukan.

 Dibulan ramadhan  ditunaikan berbagai ibadah dengan pahala berkali lipat. Di dalamnya berkumpul seluruh kebaikan. Didalamnya diterima setiap hajat manusia, didalamnya diampuni segala dosa yang pernah dilakukan manusia dan didalamnya pula disiapkan syurga ar royan bagi orang yang berpuasa.

Orang mukmin yang kuat imannya berlomba-lomba melakukan berbagai amaliah positif yang bermanfaat untuk sesama. Mengeluarkan sebagian rezeki berupa zakat, infaq dan sedekah, membantu orang lain yang membutuhkan dengan tenaga maupun fikiran, saling berkunjung mengukuhkan ikatan persaudaraan, membiasakan shalat berjamaah juga meningkatkan intensitas tilawah Al Quran, mentadabburi, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadhan memang memiliki magnet tersendiri dibanding dengan bulan yang lainnya. Keberkahan hadir bukan hanya untuk orang mukmin namun untuk seluruh manusia dimuka bumi. Begitu gegap gempita masyarakat muslim menyambut bulan suci ini, mereka meyakini bahwa bulan ramadhan merupakan tamu Allah SWT yang harus disambut dengan gembira. Dan kebahagiaan itu merupakan cikal bakal hadirnya rasa syukur atas segala karunia-Nya.

Berbagai kalangan jauh-jauh hari merencanakan program dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci ramadhan. Para kiyai, ustad dan santri di pesantren sibuk dengan memperdalam ilmu agama, mereka tidak ingin melewatkan bulan ramadhan ini dengan sia-sia sehingga kegiatan belajar dengan sistem pasaran kitab maupun sorogan menjadi lumrah bahkan sebuah keharusan. Para pelajar di sekolah, dewan guru juga mahasiswa sibuk dengan mengadakan berbagai kajian seputar ramadhan, bakti sosial maupun santunan anak yatim. Para pelaku usaha sibuk mengamati dan menghitung peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan selama bulan ramadhan karena itu adalah momen terbaik untuk meningkatkan omset penjualan, termasuk  masyarakat biasa tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan momen tersebut sehingga tiak heran jika di bulan ramadhan menjamur para pedagang dadakan, pun dengan para pegiat literasi sibuk dengan aktifitasnya membuat berbagai tulisan yang mampu membangkitkan semangat dalam rangka mengisi bulan ramadhan.

Dalam rangka menyambut bulan ramadhan, setidaknya ada empat persiapan yang harus dilakukan oleh seorang muslim diantaranya:

Pertama, persiapan maknawiyah (moral). Artinya menyiapkan jiwa dan mental kita dalam menyambut bulan Ramadhan, yaitu menghadirkan perasaan rindu dan gembira dengan kehadirannya. Bukanlah seorang yang beriman bila menganggap ramadhan sebagai beban atau belenggu yang mengekang kebebasan. Hanya setanlah yang merasa terbelenggu dengan kehadiran ramadhan. Lantaran tidak dapat menggoda manusia dengan leluasa. Ramadhan adalah karunia Allah SWT yang sangat khusus, dan karena itu kita mesti bergembira dengan kedatangannya. Perintah bergembira menyambut bulan ramadhan terdapat dalam al Quran surat Yunus ayat 58 yang artinya : “Katakanlah :”Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata :”Sebagian salaf berkata :”Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar Allah menerima (amal-amal sholih di ramadhan yang lalu) mereka”.

Kedua, persiapan Fikriyah artinya memperdalam pemahaman tentang fiqhus siyam (fiqih puasa) dan segala hal yang berkaitan dengan ramadhan. Mengikuti berbagai kajian keislaman agar menambah wawasan yang berdampak kepada sikap bijak dan toleran. Akal yang dianugerahkan Allah kepada manusia mesti digunakan sebaik-baiknya. Akal merupakan kelebihan yang diberikan Allah SWT kepada Manusia. Dalam surat Al Israa’ ayat : 70 Allah berfirman yang artinya : “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, kami angkat mereka di daratan dan dilautan, kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan yang sempurna atas kebanyakan makhluq yang telah kami ciptakan.”

Berbagai fenomena yang terjadi dimasyarakat berkaitan dengan puasa perlu dicerna dengan akal kemudian di selaraskan dengan al-Quran dan al Hadits.  

Ketiga, persiapan jasadiyah artinya orang yang berpuasa itu menahan makan, minum dan jima sepanjang hari maka dibutuhkan jasad yang prima agar kuat berpuasa. Walaupun kuat tidaknya puasa tergantung niat, namun kesehatan jasad sangat penting untuk menopang keberhasilan dalam berpuasa.

Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga fisik agar tetap sehat seperti rutin berolahraga, minum air bening minimal delapan gelas setiap hari dan konsumsi makanan yang bergizi. Allah berfirman dalam surat Al-Qhashas ayat 26 :”Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat fisiknya lagi dapat dipercaya.” Dengan fisik yang kuat maka melaksanakan puasa sebulan penuh akan lebih sempurna.

Keempat, persiapan maliyah (finansial). Harta merupakan salah satu komponen penting ketika kita akan melaksanakan puasa. Harta berfungsi untuk kesempurnaan ibadah mahdhah, memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, meneruskan estafet kehidupan, menyelaraskan antara kehidupan dunia dan akhirat. Orang yang berpuasa setidaknya harus menyiapkan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka. Dan untuk mendapatkannya dibutuhkan harta. Harta didapatkan dengan ikhtiar maksimal dan cara yang halal.  

Dari keempat persiapan inilah akan membuat seseorang sempurna dalam menyambut kehadiaran Ramadhan serta mengisinya dengan maksimal. (And)

Rabu, 15 Maret 2023

JALAN RUSAK SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

 

 

JALAN RUSAK SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I


Jlag - jlig - jlug, dag - dig - dug. Saat ini perjalanan dari arah Palasah menuju Talaga terasa lama dan melelahkan. Butuh sekitar dua jam atau lebih untuk sampai ke tempat tujuan. Padahal biasanya hanya ditempuh satu sampai satu jam setengah. Penyebabnya yaitu jalan yang rusak cukup parah mulai dari Maja sampai Talaga, terutama daerah Cimeong Kecamatan Banjaran.

 Dijalur tersebut terdapat sejumlah kubangan di tengah jalan yang merata hampir menutupi badan jalan. Sehingga para pengguna jalan terutama roda dua harus ekstra waspada dan hati-hati, serta harus mengurangi kecepatan hingga 10km/jam. Sebab jika tidak maka dipastikan bisa terjatuh mengingat kondisi lubang yang ada di tengah jalan cukup lebar dan dalam.

"Lubangnya semakin besar dan banyak, soalnya selain belum diperbaiki, jalur ini cukup ramai kendaraan termasuk truk-truk yang mengngangkut batu." Ucap salah seorang warga Cimeong.

"Akhir-akhir ini memang luar biasa parahnya kondisi jalan Talaga menuju Majalengka kota. Saya setiap hari berangkat ke Majalengka untuk mengajar, untungnya saya sudah terbiasa dan tau  medan jalan yang harus dilewati dan dihindari, yang paling kasihan mereka yang tidak tau medan dan  akhirnya banyak yang terperosok." Ucap Salim warga Margamukti.

Perjalanan menuju Talaga memang cukup menantang, selain medan yang terjal juga diapit oleh jurang dan tebing disebelah kanan dan kiri. Banyak kelokan yang cukup tajam serta sebagian jalan yang sempit karena terdapat bekas longsoran. Untung saja pemandangan disepanjang jalan sangat indah dan menawan dengan hembusan udara yang sejuk sehingga rasa lelah dan capek sedikit terobati.

Penyebab jalan rusak tentu berbagai faktor, selain karena sudah cukup lama tidak ada perbaikan, kalaupun ada hanya tambal sulam, kondisi tanah yang labil, dilewati oleh kendaraan besar yang membawa batu dan kayu, serta akhir-akhir ini curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan jalan menjadi tergenang. Hal ini terpantau dari data papan informasi Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi tertanggal 27 Februari 2023. Pada pukul 13.00 Wib wilayah Kabupaten Majalengka diguyur hujan sedang dengan suhu mencapai 30 derajat. Dan pada pukul 16.00 Wib kembali hujan sedang berlangsung sampai beberapa hari berikutnya.

Lantas timbul pertanyaan, siapa yang bertanggung jawab terhadap kerusakan ini ? apakah masyarakat sekitar jalan, para pengendara yang melewati jalur tersebut, pemerintah daerah atau pemerintah provinsi ?

Berbagai upaya tentu sudah dilakukan oleh sebagian warga yang lokasinya dekat dengan jalan raya temasuk menimbunnya menggunakan material tanah atau brangkal. Bahkan mereka bahu membahu menutup lubang dengan semen dan pasir, namun cara tersebut kurang efektif berhubung kerusakannya banyak. Selain itu intensitas hilir mudik kendaraan cukup padat sehingga menyulitkan warga untuk memperbaikinya. Akhirnya sebagian warga dan pengendara memposting kondisi jalan yang rusak melalui medsos seperti akun Tik Tok, FB, IG, youtube dengan harapan ada perhatian dari pemerintah.

Upaya ini dilakukan karena terinspirasi oleh tayangan video viral tentang jalan yang rusak di daerah Rengasdengklok Kabupeten Karawang. Tayangan tersebut memperlihatkan beberapa pemuda yang berdialog dengan bapak Uu Ruzhanul Ulum sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat untuk menagih janji perbaikan jalan yang sudah diprogramkan ketika kampanya. Salah satu programnya yaitu Jalan Mulus (JAMU), namun kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. Video tersebut bisa dilihat di akun IG : @ruzhanul. Kemudian beliau menerima kritikan tersebut dan berjanji akan mengupayakan perbaikan jalan secepatnya yang ditandai dengan perjanjian kesepakatan diatas kertas.

Dari unggahan tersebut ternyata membuahkan hasil. Pada akun IG : @ridwankamil beliau menyampaikan bahwa tahun 2023, sekitar 71 ruas jalan di Jawa Barat segera diperbaiki. Januari-Maret adalah jadwal pelelangan proyek. 71 ruas jalan tersebut dibagi dalam 69 paket pekerjaan dan sebagian besar masuk dalam klasifikasi pemeliharaan berkala. Total panjang ruas jalan mencapai 353,822 kilometer yang akan diperbaiki dengan klasifikasi pemeliharaan berkala, pelapisan kembali atau _overlay_dengan hotmiks.

Sementara untuk perbaikan ruas jalan Majalengka-Cikijing, bapak Bupati Majalengka telah menerima surat dari pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan VI. Surat tersebut telah langsung disampaikan ke Polres Majalengka, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan dinas Perhubungan Majalengka.

“Jadi, kerusakan jalan Provinsi Jawa Barat yang berada di wilayah Kabupaten Majalengka benar akan segera diperbaiki”. Ujar Agus kepada media, Senin (13/3/2023)

Hal ini seusai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Jalan kabupaten terdiri atas jalan kolektor primer yang tidak termasuk jalan nasional dan provinsi. Jalan penghubung antara Majalengka - Cikijing termasuk jalan provinsi dan yang bertanggung jawab tentu Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Sementara lembaga yang bertanggung jawab terhadap perbaikan jalan ialah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan VI. Lembaga ini mempunyai tugas yaitu melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan.

Bagi masyarakat yang ingin melaporkan tentang kerusakan jalan bisa juga melalui situs resmi lapor.go.id dan aplikasi Jalan Kita. Jalan Kita merupakan aplikasi yang dibuat oleh Direktorat Bina Teknik Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat ikut andil dalam pelaporan tentang kondisi jalan yang rusak.

Akhirnya kita sebagai warga negara harus proaktif dengan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu kita dituntut untuk meningkatkan literasi informasi agar harapan atau keinginan kita sejalan dengan program pemerintah dan bisa direalisasikan secepatnya. Hal ini untuk kemaslahatan bersama serta dapat meminimalisir kecelakaan yang sering terjadi dan memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat. (And)

Rabu, 15 Februari 2023

PERJALANGAN KE KOTA TEGAL

 

 

PERJALANGAN KE KOTA TEGAL

Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I

 

MENIKMATI INDAHNYA OBJEK WISATA GUCI

Kabut putih dan tebal menyelimuti angkasa raya, tetesan air hujan yang terus mengguyur bumi mengiringi perjalanan kami menuju Objek Wisata Guci, udara berhembus terasa sejuk menelusuk kulit seolah-olah ingin menyatu dengan hangatnya tubuh. Medan jalan yang terjal dan berliku membuat spot jantung berdegup kencang, terlebih pada saat belokan dan berpapasan dengan mobil berlawanan, memaksa bus yang kami tumpangi berhenti sejenak karena jalan yang sempit dan licin. Bahkan alunan musikpun mendadak dimatikan untuk menjaga konsentrasi pak supir. Ketua panitia selalu mengingatkan kepada peserta wisata untuk terus memanjatkan doa dan dzikir demi keselamatan kita semua. Sementara pak supir mengendarai busnya dengan tenang dan dan penuh konsentrasi.

Tiba di lokasi parkir bus sekitar pukul 08.30. Masih ditemani air hujan yang semakin deras. Hujan yang membawa berkah, hujan yang menjadikan suasana sejuk namun sekaligus menghawatirkan, karena kita berada diatas gunung dengan ketinggian ­+ 1.050 M diatas permukaan laut. Tetapi tidak membuat peserta tour kecewa. Rasa senang dan bersyukur nampak diraut wajah mereka karena dapat menghilangkan kepenatan dan kejenuhan setelah sekian hari beraktifitas.

Perjalanan kami dilanjutkan ke lokasi pemandian air panas. Dengan menggunakan mobil bak terbuka yang ditutup dengan terpal, supaya tidak kena air hujan. Satu mobil mampu menampung 12-15 orang. Kebahagiaan kami semakin terlihat setelah sampai di dekat kolam renang. Disitulah kami berpisah untuk mandi di kolam yang disukai. Ada yang di kolam renang dengan ticket 4.000 – 5.000, ada juga yang di pancuran tujuh dekat sumber mata air.

Yang sangat terkesan ketika mandi di air hangat Guci ialah ketika pertama kali kulit menyentuh air. Rasa panas sangat terasa karena kulit mulai beradaptasi sehingga tidak sedikit yang berteriak kepanasan, tetapi setelah beberapa saat berada di kolam renang terasa hangat dan tidak mau berhenti berenang. Bukan hanya orang dewasa, ibu-ibu, para pemuda, tetapi anak-anakpun ikut larut dalam suasana kebahagiaan dan kehangatan kolam renang Guci.

Memang kami akui, kolam renang air panas seperti ini jarang kami temui di daerah kami. Sehingga, sekalipun jaraknya cukup jauh dan berliku, dengan senang hati kami mengunjunginya. Mandi di air panas Guci dianjurkan tidak terlalu lama terlebih bagi yang memiliki penyakit darah tinggi, jantung koroner, liver, ginjal  dll. Maksimal 15 - 20 menit untuk menghindari resiko yang ditimbulkan.

Mereka sepertinya enggan berpisah dengan tempat ini. Namun hendak dikata, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Itulah yang mereka takutkan namun akhirnya dialami pula.

Menjelang shalat Dzuhur, kami meninggalkan tempat yang indah ini. Sebelum memasuki mobil bak terbuka, kami sempatkan photo bersama dengan sebagian peserta. Ada juga yang sengaja membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah karena beranggapan harganya cukup terjangkau. Dan setelah semua peserta berkumpul, kami berangkat menuju bus yang sudah menunggu. Selamat tinggal Guci, gumamku dalam hati. Kapankah kami dapat kembali ke sini, itulah pertanyaan dalam bisikku. Mungkin semua peserta berbisik seperti ini. Karena terlihat di mata mereka, kerinduan, masih ingin bersama, dan enggan meninggalkannya.  

Perlahan bus yang kami tumpangi meninggalkan Guci dengan menyimpan rasa penasaran yang mendalam, kenapa tempat ini dinamakan Guci ? memang unik nama tempatnya dan tentu menyimpan sejarah yang penuh hikmah. Setelah kami mencari informasi tentang sejarah Guci barulah kami memahami.

Berdasarkan sejarahnya, nama Guci, konon berasal dari zaman Walisongo. Untuk menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah bagian barat, khususnya di sekitar Tegal, diutuslah seorang wali. Wali tersebut dibekali air yang ditempatkan di dalam sebuah guci atau poci. Masyarakat percaya bahwa air dalam guci tersebut bisa berkhasiat sehingga berbondong-bondong meminta kepada sang wali.

Namun karena jumlah air tersebut jumlahnya terbatas, padahal masyarakat yang ingin menikmatinya begitu banyak, maka sang wali kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah. Ketika tongkatnya dicabut, ajaib, dari lubang di tanah bekas tongkat yang ditancapkan mengalir air panas.

"Air panas tersebut sampai kini masih mengalir dan dimanfaatkan masyarakat menjadi pemandian. Lalu, tempat tersebut kemudian terkenal dengan nama Guci," ucap pengelola Objek Wisata Guci, Abdul Haris.

Demikian sejarah Objek Wisata Guci yang sampai hari ini pengunjungnya terus  bertambah terutama di hari libur.

 

MENIKMATI ALUNAN OMBAK DI PANTAI PAI

Untuk menghibur peserta wisata yang masih rindu dengan Obyek Wisata Guci, panitia menutup kegiatan wisata kali ini dengan jalan-jalan ke Pantai Alam Indah di Kota Tegal Jawa Tengah. Letaknya cukup jauh dari obyek wisata Guci, sekitar 47 KM atau kalau menggunakan kendaraan sekitar 1 jam 35 menit.   

Di tengah perjalanan, kami sangat menikmatinya, terlebih ketika ketua panitia mendendangkan lagu-lagu andalannya yang membuat suasana di dalam bus terasa meriah.

Tiba di lokasi pantai sekitar pukul 12.30 WIB. Sebelum menuju pantai, kami melaksanakan shalat Dhuhur berjama’ah disalah satu Mesjid terdekat. Setelah itu, kami menuju bibir pantai yang sangat indah. Udara yang berhembus terasa sejuk seolah-olah menyambut kedatangan kami, deburan ombak kecil yang datang menghampiri menjadikan suasana terasa sempurna, cuaca pada saat itu cukup cerah sekalipun agak mendung. Benar-benar suasana yang sangat santai, penuh kekeluargaan dan kebahagiaan. Terlihat ada yang berjingkrak-jingkrak, mengambil photo bareng, dan tak sedikit pula yang selfi di bibir pantai.

Kata orang, pantai ini indah sekali. Sesuai dengan namanya Pantai Alam Indah, memang tidaklah berlebihan jika pantai ini dikatakan Pantai Alam Indah. Walaupun keindahannya tidak sebanding dengan pasir putih di Pangandaran. Tapi setidaknya cukup mengobati kerinduan kami akan keindahan pantai.

Lebih dari 2 jam  kami menikmati keindahan Pantai Alam Indah ini. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Kami pun bergegas menuju tempat parkir dimana bus rombongan kami mengunggu.

Akhirnya dengan berat hati, rombongan kami meninggalkan Pantai Alam Indah. Perlahan bus meninggalkan tempat parkir menuju Kota Majalengka. Selang beberapa menit, tak terdengar lagi suara, canda dan senda gurau peserta. Hanya deru mesin mobil dan alunan music yang tak berhenti sejak keberangaktan kecuali pada saat tanjakan berliku. Peserta terlelap tidur termasuk panitia yang dari awal mengatur perjalanan supaya tertib dan berjalan lancar.

Setelah beberapa saat kami istirahat di sebuah rumah makan daerah Brebes. Disini nampaknya ada sedikit insiden yang cukup menegangkan. Dimana penjual makanan dengan tegas mematok harga yang cukup tinggi dan tidak sewajarnya sehingga membuat peserta wisata protes. Padahal sebelam berangkat kita makan di tempat yang sama dan menu makanan yang sama dengan harga normal. Akhrinya, untuk mengatasi ketegangan yang semakin runcing. Ketua panitia Bapak H.Casmadin dengan tegas dan berwibawa menyelesaikannya dengan cara yang elegan dan masuk akal. Yang akhirnya semua menerima dengan lapang dada, terutama  menjadi pelajaran bagi pemilik warung.

Setelah beberapa saat, rombongan peserta wisata melanjutkan kembali perjalanan pulang. Beberapa peserta masih tertidur pulas. Namun sebagian ada yang bertanya-tanya, kita sudah sampai di mana?

Kelelahan peserta masih terlihat diraut wajah mereka. Namun terselip pula rasa bangga di matanya. Karena akhirnya dapat mengunjungi kota  wisata yang kental dengan sejarah. Kegiatan tour kali ini semoga menjadi kenangan yang tak kan terlupakan selamanya. Bahkan mungkin jadi cerita menarik di masa-masa nanti setelah kita memiliki anak cucu.

Minggu, 01 Maret 2020 jam 17.30 WIB, bus akhirnya merapat di depan kantor korwil kecamatan Palasah. Setelah berpamitan dengan panitia kami pun kembali ke rumah dengan membawa cerita masing-masing. (and)


MENGENAL POLA ASUH ANAK DI PESANTREN

 


MENGENAL POLA ASUH ANAK DI PESANTREN

Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I

Pada Sabtu, 04 Februari 2023 Seminar Parenting dengan tema, “Mengenal Pola Asuh Anak di Pesantren” bisa dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini berlangsung di Mesjid Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat Majalengka. Ummi Hj.Yeni Fitriyani, M.Pd.I. yang didaulat menjadi narasumber pada acara tersebut merupakan Pengasuh Ponpes Modern Ar Rahmat, Trainer dan Kepala Madrasah Aliah Unggulan Ar-Rahmat. Sekitar 65 peserta turut hadir diacara tersebut dan mereka merupakan wali santri yang putra-putrinya sudah dinyatakan diterima di SMP Ar Rahmat pada gelombang pertama.

Tujuan kegiatan ini ialah pertama, ajang silaturahim antara wali santri baru dengan Yayasan, Pengasuh dan jajaran asatidz agar terjalin keakraban dan keharmonisan. Kedua, pembekalan ilmu dan strategy mendidik anak sebelum masuk ke Pondok Pesantren. Ketiga, peyampaian materi tentang pola asuh di pesantren serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa, "Anak adalah investasi masa depan yang berharga dan tidak bisa dibeli oleh apapun." Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Namun, pola menjaga dan merawat anak di zaman sekarang agak berbeda dengan zaman dulu. Pada tahun 70an anak-anak masih kental dengan permainan tradisional seperti, gatrik, dadaluan, paciwit-ciwit lutung, oray-orayan dan loncat tinggi. Dari permainan tersebut muncul nilai-nilai positif seperti simpati, empati, kebersamaan dan juga toleransi sehingga mereka mudah diarahkan oleh orang tua maupun ustad pengajian dilingkungan mereka. Namun, anak zaman sekarang yang lebih dikenal dengan kaum milenial, mereka lebih mengenal tekhnologi dan informasi. Setiap saat mereka akrab dengan dunia digital sehingga tidak heran apabila mereka mengenal Facebook, Instagram, Twitter, Teleghram, Tik tok, youtube lebih luasnya ke bentuk game seperti Free Fire, Mobile Legend, fortnite, Minecraft dan Flayer Unknown’s Battlegrounds (PUBG). Kondisi seperti ini sedikit banyaknya mempengaruhi sifat dan prilaku mereka. Maka munculah sifat individualis, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, cepat puas dengan sesuatu yang didapat, terkadang sebagian anak emosinya tidak terkendali serta etika terhadap orang tua mulai luntur.

Para peneliti menyampaikan bahwa kemunculan kaum milenial ini lahir ditahun 1990-2000an dan mereka termasuk dari generasi baby boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai Echo Boomers karena ada ledakan tingkat kelahiran ditahun 1980-1990an (http//id.m.wikipedia.org). Mendidik kaum milenial tantangannya luar biasa. Selain kita harus bisa mengimbangi mereka dengan mempelajari tekhnologi, juga harus lebih bijak dalam memberikan arahan atau larangan kepada mereka.

Anak-anak usia SMP termasuk kaum milenial. Dan masa tersebut sering disebut masa peralihan dari masa anak-anak menuju remaja. Banyak perubahan yang dialami oleh anak tersebut mulai dari fisik hingga psikis. Dengan perubaan itu mereka membutuhkan bimbingan, arahan dan kasih sayang yang tepat. Karena jika salah dalam penanganan maka akan berakibat fatal untuk masa depan mereka. Oleh karena itu kekhawatiran orang tua yang memiliki anak diusia tersebut begitu tinggi, sehingga sejak dini mereka mencari lembaga pendidikan yang bisa menjamin masa depannya. Salah satu lembaga pendidikan terbaik saat ini dalam penanganan anak-anak adalah Pondok Pesantren. Karena dipesantren mereka akan dibimbing, diasuh, diarahkan, dibina 1 x 24 jam oleh para ustad dan ustadzanya. Selain itu pola asuh yang diterapkan dipesantren lebih lengkap, terncana dan disiplin.

Di pesantren, anak-anak tidak diizinkan membawa HP. Apabila ada kebutuhan yag mendesak untuk berkomunikasi bisa dibantu oleh ustad dan ustadzah atau wali hujroh istilahnya. Namun ada pengecualian bagi para santri yang sudah duduk di kelas 6, mereka diperbolehkan menggunakan HP atau Laptop dengan aturan dan pengawasan yang ketat. Penggunaannyapun hanya diwaktu-waktu tertentu yaitu dijam KBM sekolah. Untuk kelas 1-3 SMP pesantren menyediakan fasilitas laboratorium komputer yang sudah terasambung dengan jaringan internet. Sewaktu-waktu mereka bisa memanfaatkannya dengan bimbingan dan pengawasan kepala laboratorium. Hal ini dimaksudkan agar mereka tetap memiliki bekal teknologi yang cukup karena 20 tahun ke depan mereka akan hidup pada zamannya. Di pesantren juga selalu mengedepankan kasih sayang dan perhatian dengan tidak menghilangkan potensi yang dimiliki anak-anak.


         Berkaitan dengan pola asuh yang diterapkan di pesantren. Setidaknya ada sepuluh poin yang bisa menjadi gambaran bagi para orang tua agar menambah keyakinan dalam menitipkan putra-putrinya di pesantren. Pertama, Kemandirian (berdikari). Semenjak santri tinggal di pesantren sudah ditanamkan untuk mandiri, mulai dari menyiapkan pakaian, buku-buku, peralatan mandi, peralatan sholat, makan, minum dan kebutuhan yang lain. Kemandirian ini sangat penting untuk bekal mereka dikemudian hari. Memang untuk menanamkan dan membiasakan kemandirian membutuhkan proses yang panjang serta kesabaran yang tidak pernah putus. Hal ini sesuai dengan Panca Jiwa Pondok Pesantren : Keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian (berdikari), jiwa ukhuwah islamiah dan berfikiran bebas.

Kedua, kejujuran. Jujur laksana mata uang yang berlaku dimana-mana. Seseorang yang memiliki sifat jujur akan mulia dihadapan Allah SWT serta mendapat kepercayaan dari siapapun. Kejujuran sangat dijunjung tinggi di pesantren. Jujur dalam ucapan maupun dalam perbuatan. Seperti seorang santri yang kehabisan uang jajan, kemudian meminta kepada orang tua dengan jumlah yang semestinya tidak boleh dilebihkan. Kecuali apabila ada uang lebih dari saudara-saudaranya sebagai bentuk sayang dan bisa dititipkan kepada ustad dan ustdazah pembimbing. Kemudian, seorang santri juga diajarkan untuk tidak meminta apapun kepada teman kecuali dikasih, karena meminta dikhawatirkan akan tumbuh menjadi orang yang peminta-minta. Bahkan yang dianjurkan adalah memberi sekalipun hanya sedikit. Hal ini sesuai dengan hadist nabi : “Al yaddul ‘ulya khoirum minal yaddi sufla”. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. (HR. Muslim).

Ketiga, tanggung jawab. Tanggung jawab adalah salah satu sifat mahmudah yang harus dimiliki oleh para santri. Tanggung jawab adalah melaksanakan kewajiban dengan penuh rasa peduli dan loyalitas yang tinggi tuntas dan berkualitas. Tanggung jawab menjadikan seorang pemimpin menjadi kuat. Orang yang memiliki sifat ini adalah calon pemimpin besar. Serorang santri yang bertanggung jawab tidak takut dengan resiko yang akan ia temui. Orangnya teguh, jiwanya tak mudah goyah, meskipun beban berat ada dipundaknya. Ia tetap berdiri dan memikulnya ia kuat dan bijaksana. Seorang santri yang bertanggung jawab memiliki pribadi yang mengesankan.

Tanggung jawab sebagai anak untuk belajar di pesantren, harus betul-betul dijaga dengan baik. Tanggung jawab sebagai santri yang akan mendapatkan bimbingan dan arahan dari para ustad juga harus dijalankan dengan baik. Bahkan termasuk tanggung jawab apabila melanggar tata tertib yang berlaku di pesantren juga harus diikuti dengan penuh keikhlasan. Santri harus mengakui kesalahan dan memperbaiki sikapnya dengan elegan. Seperti terlambat sholat berjamaah, terlambat masuk kelas, tidak mengerjakan PR dan sebagainya. Maka santri harus siap menerima konsekuensinya. Tentu sanksinya yang mendidik dan bermanfaat untuk masa depannya seperti menghafal al Quran atau al Hadist.

Keempat, hidup bersama. Para santri yang tinggal di pesantren akan bertemu dengan teman-temanya yang beragam karakter. Ada yang memiliki sifat pemalu, agresif, manja, penakut, supel, mudah tersinggung serta berbagai karakter lain. Namun mereka harus bisa hidup rukun dan saling menghargai dalam berbagai hal. Semisal apabila ada diantara mereka yang sakit, maka teman yang lain harus segera memberikan bantuan dan perhatian kepada teman yang sakit tersebut. Dengan kata lain harus saling membantu dan meringankan beban orang lain karena kita adalah saudara. Seperti dalam Al-Quran Allah SWT berfirman : Innamal mu’minuna ikhwatun. Artinya : “Sesungguhnya  seorang mu’min dengan mu’min yang lain adalah saudara.” (Q.S. Al Hujurot : 10)                  

Kelima, ikhlas. Kata ikhlas mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan. Membutuhkan latihan dan kelapangan dada. Termasuk bagi orang tua yang menitipkan putra-putrinya di pesantren. Ikhlas dalam melepasnya akan mempengaruhi psikologis anak untuk kerasan tinggal di pesantren. Orang tua sebaiknya menghindari pertanyaan yang membuat anak bingung. Misalnya, di pesantren itu enak tidak?, di pesantren itu menu makanannya bergizi atau tidak?, di pesantren itu teman-temannya perhatian atau tidak?. Memang kalau dibandingkan dengan di rumah, di pesantren tidak akan senyaman di rumah. Mungkin saja di rumah serba ada, serba boleh juga dengan aturan yang sulit diterapkan. Namun di pesantren sudah diprogramkan dengan tertib dan disiplin. Orang tua cukup memberikan motivasi kepada putra-putrinya untuk kuat tinggal dan belajar di pesantren agar dikemudian hari bisa mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan.

Ikhlaspun bisa dengan cara menurunkan ego. Misalnya, anaknya kehilangan sendal padahal baru saja dibelikan. Kalau menuruti emosi kita akan mengatakan, “Ko sendal bisa hilang? bukankah di pesantren diajarkan untuk tidak mengambil hak orang lain?.” Dalam hal ini sebaiknya kita mengatakan, “Semoga dengan hilangnya sendal bisa menjadi ladang pahala dan sendalnya bermanfaat.” Selanjutnya orang tua memberikan motivasi kepada anak-anak untuk lebih hati-hati lagi.

Keenam, tawakkal. Menitipkan putra-putrinya di pesantren adalah suatu pilihan. Dimana pilihan itu membutuhkan pengorbanan. Tentu sebelum memutuskan untuk menitipkan putra-putrinya sudah melalui berbagai upaya agar putra-putrinya kerasan di pesantren serta sukses dikemudian hari. Maka tawakkallah menjadi benteng kokoh agar jiwa menjadi tentram.  Serahkan semuanya kepada Allah SWT.

Ada sebuah kisah nyata yang menggugah jiwa. Suatu hari ada salah satu santri yang belum bisa melunasi pembayaran, sementara jatuh tempo tinggal sebentar lagi. Kebetulan keuangan sedang sulit dan usaha sedang tidak baik. Sudah berusaha mencari pinjaman belum juga menemui titik terang. Suatu saat orang tua santri tersebut bertemu dengan teman lamanya yang sudah lama tidak bertemu. Kebetulan beliau sedang mencari pegawai untuk perusahaannya. Setelah berbincang-bincang, orang tua santri itu menerima tawaran temannya dan diberikan uang muka dari gajih yang akan didapatkan sebulan kedepan. Qodarullah  jumlah uang muka tersebut cukup besar dan bisa melunasi biaya administrasi ke pondok pesantren bahkan berlebih. Allahu Akbar. Itulah buah dari tawakkal kepada Allah SWT.

Ketujuh, ikhtiar dan doa. Doa itu mukhul ibadah, doa adalah kekuatan. Ia sebagai umpan untuk mengail pertologan Allah SWT.  Doa adalah harapan suci yang bersumber dari kelemahan. Doa adalah cinta kepada Allah SWT. Orang tua yang menitipkan putra-putrinya di pesantren tentu tidak lepas dengan iringan doa. Setiap saat dan kesempatan selalu mendoakan untuk kebaikan putra-putrinya. Pemateripun memberikan bekal kepada orang tua agar mendawamkan membaca surat al fatihah 41 kali dan diperkuat dengan Iyyakana’budu waiyyakanstain 11 kali setelah shalat maghrib. Kemudian berdoa dengan kalimat dibawah ini : “Ya Allah kami titipkan putra-putri kami di pesantren. Sholehkan dan cerdaskan mereka !. Kami pasrahkan semuanya kepada-Mu”.

Rasulullah SAW bersabda :”Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa kepada Allah SWT selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi antara kerabat, melainkan Allah akan beri kepadanya tiga hal : 1. Allah akan segera mengabulkan doanya. 2. Allah akan menyimpan baginya di akhirat kelak, dan 3. Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Kemudian para sahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan memperbanyak berdoa.” Nabi pun bersabda, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.”(HR. Ahmad no.10709)

 Pada saat orang tua mendoakan putra-putrinya, begitupun sebaliknya putra-putrinya akan selalu mendoakan disetiap ba’da shalat yang di pimpin oleh asatidz bahkan pengasuh secara terprogram. Dan ini menjadi kekuatan yang teramat dahsyat.

Kedelapan, dana. Dalam sebuah mafhudhot dikatakan bahwa salah satu syarat mendapatkan ilmu adalah dirhamun (dana). Keberlangsungan pendidikan dimanapun tentu harus ditopang dengan dana yang cukup sekalipun untuk mencari dana tidaklah mudah, namun yakinlah bahwa Allah SWT akan memudahkan setiap hajjat manusia terlebih untuk pendidikan selama kita berusaha maksimal. Dalam Al Quran Allah berfirman : Intansurullaha yansurkum. “Jika engkau menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu.” (Q.S Muhammad :7). Orang tua akan mengalami keajaiban-keajaiban yang datang tidak disangka-sangka. Dalam bahasa Al-Quran “Min haitsu laayahtasib.” Namun yang perlu diperhatikan ketika mencari dana ialah dengan cara yang halal dan baik, karena itu akan mempengaruhi terhadap anak-anak di pesantren.

Kesembilan, saling percaya. Salah satu pondasi terkuat dalam sebuah ikatan kerjasama apapun adalah saling percaya. Begitupun dengan menitipkan putra-putrinya di pesantren. Tanpa saling percaya, akan timbul berbagai problematika dan akan mempengaruhi berlangsunya suatu lembaga. Anak-anak juga selalu diberikan nasihat oleh para ustad agar selalu menumbuhkan rasa saling percaya antar teman. Bahkan dengan amanah yang dibebankan kepada anak-anak berupa aktif diorganisai merupakan media untuk saling percaya.

Kesepuluh hijrah. Hijrah artinya pindah dari suatu tempat ke tempat lain. Begitupun sorang santri yang pindah dari rumah ke Pondok Pesantren. Selain pindah secara fisik tentu yang lebih penting secara psikis, ruh, kebiasaan dan hatinya. Di pesantren tidak diperkenankan menggunakan bahasa daerah, di pesantren tidak diperkenankan memakai celana leging atau levis, di pesantren tidak diperkenankan berkomunikasi dengan lawan jenis dan berbagai aturan yang mengikat. Hal ini dimaksudkan untuk melatih mereka agar dikemudian hari nilai-nilai kepesantrenannya melekat. Hijrah juga berarti berpindahnya dari yang tidak tau menjadi paham, dari yang berantakan menjadi lebih elegan dan dari yang tadinya kumal dan kusam menjadi menawan dengan ilmu dan pengetahuan.

Itulah sepuluh nilai-nilai pendidikan sebagai pola asuh di pesantren yang selalu ditanamkan kepada para santri dengan landasan al-Quran dan al Hadits. Dengan nilai-nilai tersebut seorang santri diharapkan menjadi manusia yang berguna. Karena mereka adalah harapan orang tua juga tulang punggung majunya negara Indonesia. (and)


MARHABAN YA RAMADHAN

  MARHABAN YA RAMADHAN Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I Waktu terus berjalan seiring dengan perputaran bumi pada matahari. Hari ter...