Rabu, 15 Maret 2023

JALAN RUSAK SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

 

 

JALAN RUSAK SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I


Jlag - jlig - jlug, dag - dig - dug. Saat ini perjalanan dari arah Palasah menuju Talaga terasa lama dan melelahkan. Butuh sekitar dua jam atau lebih untuk sampai ke tempat tujuan. Padahal biasanya hanya ditempuh satu sampai satu jam setengah. Penyebabnya yaitu jalan yang rusak cukup parah mulai dari Maja sampai Talaga, terutama daerah Cimeong Kecamatan Banjaran.

 Dijalur tersebut terdapat sejumlah kubangan di tengah jalan yang merata hampir menutupi badan jalan. Sehingga para pengguna jalan terutama roda dua harus ekstra waspada dan hati-hati, serta harus mengurangi kecepatan hingga 10km/jam. Sebab jika tidak maka dipastikan bisa terjatuh mengingat kondisi lubang yang ada di tengah jalan cukup lebar dan dalam.

"Lubangnya semakin besar dan banyak, soalnya selain belum diperbaiki, jalur ini cukup ramai kendaraan termasuk truk-truk yang mengngangkut batu." Ucap salah seorang warga Cimeong.

"Akhir-akhir ini memang luar biasa parahnya kondisi jalan Talaga menuju Majalengka kota. Saya setiap hari berangkat ke Majalengka untuk mengajar, untungnya saya sudah terbiasa dan tau  medan jalan yang harus dilewati dan dihindari, yang paling kasihan mereka yang tidak tau medan dan  akhirnya banyak yang terperosok." Ucap Salim warga Margamukti.

Perjalanan menuju Talaga memang cukup menantang, selain medan yang terjal juga diapit oleh jurang dan tebing disebelah kanan dan kiri. Banyak kelokan yang cukup tajam serta sebagian jalan yang sempit karena terdapat bekas longsoran. Untung saja pemandangan disepanjang jalan sangat indah dan menawan dengan hembusan udara yang sejuk sehingga rasa lelah dan capek sedikit terobati.

Penyebab jalan rusak tentu berbagai faktor, selain karena sudah cukup lama tidak ada perbaikan, kalaupun ada hanya tambal sulam, kondisi tanah yang labil, dilewati oleh kendaraan besar yang membawa batu dan kayu, serta akhir-akhir ini curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan jalan menjadi tergenang. Hal ini terpantau dari data papan informasi Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi tertanggal 27 Februari 2023. Pada pukul 13.00 Wib wilayah Kabupaten Majalengka diguyur hujan sedang dengan suhu mencapai 30 derajat. Dan pada pukul 16.00 Wib kembali hujan sedang berlangsung sampai beberapa hari berikutnya.

Lantas timbul pertanyaan, siapa yang bertanggung jawab terhadap kerusakan ini ? apakah masyarakat sekitar jalan, para pengendara yang melewati jalur tersebut, pemerintah daerah atau pemerintah provinsi ?

Berbagai upaya tentu sudah dilakukan oleh sebagian warga yang lokasinya dekat dengan jalan raya temasuk menimbunnya menggunakan material tanah atau brangkal. Bahkan mereka bahu membahu menutup lubang dengan semen dan pasir, namun cara tersebut kurang efektif berhubung kerusakannya banyak. Selain itu intensitas hilir mudik kendaraan cukup padat sehingga menyulitkan warga untuk memperbaikinya. Akhirnya sebagian warga dan pengendara memposting kondisi jalan yang rusak melalui medsos seperti akun Tik Tok, FB, IG, youtube dengan harapan ada perhatian dari pemerintah.

Upaya ini dilakukan karena terinspirasi oleh tayangan video viral tentang jalan yang rusak di daerah Rengasdengklok Kabupeten Karawang. Tayangan tersebut memperlihatkan beberapa pemuda yang berdialog dengan bapak Uu Ruzhanul Ulum sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat untuk menagih janji perbaikan jalan yang sudah diprogramkan ketika kampanya. Salah satu programnya yaitu Jalan Mulus (JAMU), namun kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. Video tersebut bisa dilihat di akun IG : @ruzhanul. Kemudian beliau menerima kritikan tersebut dan berjanji akan mengupayakan perbaikan jalan secepatnya yang ditandai dengan perjanjian kesepakatan diatas kertas.

Dari unggahan tersebut ternyata membuahkan hasil. Pada akun IG : @ridwankamil beliau menyampaikan bahwa tahun 2023, sekitar 71 ruas jalan di Jawa Barat segera diperbaiki. Januari-Maret adalah jadwal pelelangan proyek. 71 ruas jalan tersebut dibagi dalam 69 paket pekerjaan dan sebagian besar masuk dalam klasifikasi pemeliharaan berkala. Total panjang ruas jalan mencapai 353,822 kilometer yang akan diperbaiki dengan klasifikasi pemeliharaan berkala, pelapisan kembali atau _overlay_dengan hotmiks.

Sementara untuk perbaikan ruas jalan Majalengka-Cikijing, bapak Bupati Majalengka telah menerima surat dari pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan VI. Surat tersebut telah langsung disampaikan ke Polres Majalengka, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan dinas Perhubungan Majalengka.

“Jadi, kerusakan jalan Provinsi Jawa Barat yang berada di wilayah Kabupaten Majalengka benar akan segera diperbaiki”. Ujar Agus kepada media, Senin (13/3/2023)

Hal ini seusai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Jalan kabupaten terdiri atas jalan kolektor primer yang tidak termasuk jalan nasional dan provinsi. Jalan penghubung antara Majalengka - Cikijing termasuk jalan provinsi dan yang bertanggung jawab tentu Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Sementara lembaga yang bertanggung jawab terhadap perbaikan jalan ialah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan VI. Lembaga ini mempunyai tugas yaitu melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan.

Bagi masyarakat yang ingin melaporkan tentang kerusakan jalan bisa juga melalui situs resmi lapor.go.id dan aplikasi Jalan Kita. Jalan Kita merupakan aplikasi yang dibuat oleh Direktorat Bina Teknik Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat ikut andil dalam pelaporan tentang kondisi jalan yang rusak.

Akhirnya kita sebagai warga negara harus proaktif dengan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu kita dituntut untuk meningkatkan literasi informasi agar harapan atau keinginan kita sejalan dengan program pemerintah dan bisa direalisasikan secepatnya. Hal ini untuk kemaslahatan bersama serta dapat meminimalisir kecelakaan yang sering terjadi dan memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat. (And)

Tidak ada komentar:

MARHABAN YA RAMADHAN

  MARHABAN YA RAMADHAN Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I Waktu terus berjalan seiring dengan perputaran bumi pada matahari. Hari ter...